Submerged treasure; ‘Longmire’ and the strong, silent type
headline »
Tue, 12/06/12 – 4:01 | No Comment

June 02, 2012 12:00 AM
Sending robots into the past sounds like science fiction. It’s the basis of “Terminator” and other movie plots. But now, something called a stereo-photogrammetry robot is helping a 3,000-year-old city come …

Read the full story »
Health

Q & A

Home » Headline

Tangani Terorisme Bukan Sekadar Ditembak Mati

Submitted by on Thursday, 1 April 2010No Comment

1270123222 Tangani Terorisme Bukan Sekadar Ditembak Mati

INILAH.COM, Jakarta- Layaknya kejahatan luar biasa seperti narkoba dan korupsi, penanganan terorisme seharusnya juga menggunakan cara-cara luar biasa, bukan hanya sekedar memata-matai lalu menembak mati pelaku.

“Terorisme ini merupakan kejahatan luar biasa. Dari dulu sudah diusulkan dibentuk badan khusus seperti BNN. Sekarang kan pemerintah hanya bisa mengamplengi (memukuli) tapi tidak ada penanganan lebih lanjut,” ujar Pengamat Terorisme, Mardigu Wowiek Prasantyo ketika dihubungi INILAH.COM, Minggu(14/3).

Padahal kata Mardigu, tingkat kejahatan terorisme di Indonesia sudah melibatkan jaringan internasional bukan sekedar pelaku-pelaku kelas ecek-ecek. “Itu kan sudah melibatkan kegiatan penyelundupan senjata api dan bahkan money laundring untuk pembiayaannya ini yang perlu penanganan khusus,” tandasnya.

Dia berpendapat, UU terorisme yang sudah ada tidak cukup mampu untuk menangani kejahatan terorisme di Indonesia yang sudah melibatkan jaringan internasional itu. “Perlu ada UU baru,” ujarnya.

Lalu kenapa Pemerintah belum juga membentuk badan khusus itu, Mardigu menilai, ini hanya karena pola pikir pemerintah yang belum melihat bahwa kejahatan terorisme adalah kejahatan yang memiliki dampak besar terhadap kehidupan sosial-ekonomi lainnya.

“Kalau saya melihat ini masih karena ketidak-ngehan (tidak cermat) pemerintah bahwa sebenarnya kejahatan terorisme itu dampaknya sangat luar biasa pada kehidupan ekonomi dan membuat tingkat kepercayaan kepada Indonesia bisa menurun dari pelaku bisnis,” ujarnya.

Mardigu belum melihat apakah alasan lainnya, karena sebenarnya terorisme menjadi barang dagangan pemerintah yang bisa digelar pada saat-saat tertentu untuk menutupi kasus-kasus besar lainnya atau kondisi politik.

Sementara bila badan khusus itu ada artinya setiap saat seharusnya kejahatan terorisme bisa diungkap, tanpa berbarengan dengan moment-moment tertentu.

“Saya tidak bisa mengatakan seperti itu. Meskipun memang ketika munculnya ternyata berbarengan dengan kasus 6,7 triliun itu misalnya dan masyarakat bisa menilai lain. Tapi menurut saya ini lebih karena ketidakngehan pemerintah tadi,” pungkasnya. [bar]

Popularity: 1% [?]

Related Posts

No related posts.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.